Category Archive MS OFFICE

Fungsi logika IF pada Microsoft Excel

Fungsi IF adalah fungsi logika dalam Microsoft Excel yang sering digunakan karena kemudahan penggunaannya untuk menyelesaikan pernyataan yang berhubungan dengan Logika. Untuk memahami tentang fungsi logika IF, maka kita akan mempelajari beberapa hal diantaranya:

  1. Operator Relasi
  2. Fungsi Logika IF
  3. Fungsi IF dengan dua tes logika
  4. Fungsi IF bercabang
1. Operator Relasi
Untuk menggunakan fungsi logika di microsoft excel, terlebih dahulu kita harus mengetahui tentang operator relasi. Operator relasi merupakan operator untuk membandingkan dua atau lebih data dalam satu cell. Jika benar (True) maka nilainya 1 dan jika salah (False) nilainya 0.

Adapun jenis-jenis operator relasi yaitu:

    1. Sama Dengan ( = )
    2. Lebih Besar ( > )
    3. Lebih Besar atau Sama Dengan ( >= )
    4. Lebih Kecil ( < )
    5. Lebih Kecil atau Sama Dengan ( <= )
    6. Tidak Sama Dengan ( <> )
    7. AND, OR dan NOT.


2. Fungsi Logika IF

Fungsi Logika terkenal sebagai fungsi IF, yang kegunaannya untuk mendefinisikan / mengisi suatu Cell berdasarkan Cell yang lain  atau kriteria tertentu, adapun rumusnya adalah:

=IF ( Logical Test; Value if True; Value IF False )

microsoft excel

3. Fungsi IF dengan Dua Tes Logika dan Fungsi IF bercabang

Fungsi IF dengan dua tes logika ini adalah untuk menentukan data dengan menggunakan dua kriteria tes. Contoh :

Pivot Table

Pivot Table merupakan sebuah tools pada aplikasi ms.excel yang digunakan untuk meringkas, menganalisis, serta mengeksplorasi data untuk disajikan menjadi sebuah laporan dalam bentuk tabel-tabel.

Fungsi pivot table ini adalah bertujuan agar sebuah data dapat disajikan secara ringkas berdasarkan parameter-parameter yang diberikan sesuai dengan kebutuhan data.

Dengan menggunakan pivot table diharapkan mempercepat analisa suatu data untuk mengambil suatu keputusan.

Pivot Table merupakan tabel yang merangkum informasi dari field tertentu dalam sebuah basis data. Penggunaan fasilitas PivotTable memungkinkan pembuatan tabel pelengkap yang informatif dan lebih hidup sehingga memudahkan dalam menganalisis data.

Cara membuat pivot table

tabel pivot

Langkah-langkah membuat Pivot Table sebagai berikut:

  1. Pilih range yang akan diberikan perintah PivotTable, pada, range A5:D24.
  2. Pilih Tab Insert >  PivotTable.
  3.  Pilihan   New  Worksheet  jika  hasil  pivot  table  diletakkan  di  sheet   yang  baru,  Pilihan Existing Worksheet jika hasil pivot tabel diletakkan di sheet yang sama dengan data.
  4. Klik OK

  1. Di bagian kanan kotak dialog Pivot Tabel Field List, di sini kita bisa menentukan/memilih field yang akan ditampilkan di bagian Report Filter, Coloumn Labels, Row Labels, dan Values.
  • Kita ingin  agar  setiap  halaman  menampilkan  data  seorang    Drag  field Wiraniaga ke kotak Report Filter
  • Data setiap produk akan ditampilkan dalam suatu Drag field Produk ke kotak Column Labels
  • Setiap baris akan menampilkan data penjualan pada suatu tanggal. Drag field Tanggal ke kotak Row Labels.
  • Data yang  ingin ditampilkan adalah  jumlah Drag field  Jumlah ke kotak Values.

Dari hasil Pivot Table diatas kita sudah bisa menganalisa, berapa produk yang terjual masing-masing wiraniaga dari semua total penjualan.

 

Tentang Microsoft Office

Microsoft Office adalah rangkaian aplikasi produktivitas desktop yang digunakan untuk keperluan kantor atau bisnis. Ini adalah produk eksklusif Microsoft Corporation dan pertama kali diluncurkan pada tahun 1990. Microsoft Office tersedia dalam 35 bahasa yang berbeda dan didukung oleh varian Windows, Mac dan kebanyakan Linux. Ini terdiri dari aplikasi Word, Excel, PowerPoint, Access, OneNote, Outlook dan Publisher.

Microsoft Office terutama dibuat untuk mengotomatisasi pekerjaan kantor manual dengan aplikasi yang dibuat khusus.

Masing-masing aplikasi di Microsoft Office berfungsi sebagai pengetahuan spesifik atau domain kantor seperti:

1- Microsoft Word: Membantu pengguna dalam membuat dokumen teks.
2- Microsoft Excel: Membuat spreadsheet data / numerik sederhana yang rumit.
3- Microsoft PowerPoint: Aplikasi mandiri untuk membuat presentasi multimedia profesional.
4- Microsoft Access: Aplikasi manajemen basis data.
5-  Microsoft Publisher: Aplikasi pengantar untuk membuat dan menerbitkan materi pemasaran.
6-  Microsoft OneNote: Bergantian dengan notebook kertas, ini memungkinkan pengguna untuk mengatur catatan mereka dengan rapi.

Fungsi Vlookup dan Hlookup

Mengenal Fungsi Lookup

Vlookup dan Hlookup merupakan bagian dari fungsi Lookup. Lookup digunakan untuk mencari nilai pada baris atau kolom Tertentu.

Vlookup digunakan untuk mencari nilai dalam bentuk vertikal, sesuai dengan awalan huruf V yang merupakan singkatan dari Vertikal/tegak Lurus. Sedangkan Hlookup yang berawal Huruf H digunakan untuk mencari nilai dalam bentuk baris /horizontal.

VLOOKUP

Penggunan istilah vertikal pada VLOOKUP digunakan untuk merujuk pada bentuk tabel referensi yang digunakan, dimana judul kolomnya terletak dibagian atas dan data-datanya tersusun ke bawah secara vertikal. Lihat gambar dibawah ini:

bentuk vertical pada vlookup

 Untuk penulisan Fungsi VLOOKUP, Formula bakunya adalah:

=VLOOKUP(lookup_value,table_array, col_index_num,[range_lookup])

Atau bisa juga dibaca seperti ini:

=VLOOKUP (nilai_kunci, tabel_data, nomor_kolom,tipe_data)

Penjelasan dari fungsi VLOOKUP diatas

  • Nilai_kunci: merupakan nilai yang diajukan untuk membaca tabel referensi. Nilai kunci harus ada pada tabel yang akan disi maupun pada tabel referensi.
  • Tabel_data: merupkan range data yang disusun tegak atau vertikal yang berfungsi sebagai tabel bantu/referensi yang akan dibaca. range pada tabel data berisikan data-data yang digunakan untuk mengisi  hasil yang diharapkan. Saat anda mengambil tabel_data, pastkan anda tidak menyertakan judul kolomnya.
  • Nomor_kolom: merupakan nomor urut kolom untuk pembacaan tabel referensi, dimulai dari kolom paling kiri. Dimulai dengan index ke satu atau nomor 1 , dan seterusnya.
  • Tipe data: untuk tipe data ada 2 Jenis, yaitu: True  digunakan jika nilai datanya tidak pasti atau berada range tertentu dan tipe data False digunakan jika nilai datanya itu pasti.
  • Tipe data TRUE, bisa juga digantikan dengan angka 1, Sedangkan angka 0 untuk tipe data FALSE. Bila penulisan tipe_data ini tidak anda gunakan/hilangkan. Maka otomatis fungsi Vlookup yang anda gunakan mengacu pada tipe Data True. disarankan menggunakan tipe data dalam penulisan formula VLOOKUP. 

    HLOOKUP

    Fungsi HLOOKUP digunakan untuk mengisi data berdasarkan tabel referensi yang berbentuk baris/horizontal.

    Tentu berbeda dengan penggunaan VLOOKUP yang telah kita bahas diatas, dimana HLOOKUP judul kolomnya terletak dibagian kiri dan data-datanya tersusun ke kanan dalam bentuk horizontal.

    bentuk horizontal hlookup

    Pada contoh soal pengerjaan ini, HLOOKUP digunakan untuk mengisi kolom pajak pada tabel bagian operator dengan tabel referensinya terletak pada tabel potongan pajak.

  • Aturan penulisan HLOOKUP hampir sama dengan VLOOKUP, hanya berbeda pada bagian nomor-indeksnya saja, kalau VLOOKUP menggunakan nomor indeks berdasarkan data berbentuk kolom, HLOOKUP menggunakan nomor indeks berdasarkan data yang berbentuk baris..Lihat gambar data yang berbentuk baris/horizontal dibawah ini:
    nomor baris hlookup 

    Penulisan fungsi HLOOKUP

  • Penulisan fungsi HLOOKUP

    =HLOOKUP(lookup_value,table_array, row_index_num,[range_lookup])

    Atau bisa juga dibaca seperti ini:

    =HLOOKUP (nilai_kunci, tabel_data, nomor_baris, tipe_data)

    Keterangan penulisan HLOOKUP, diatas:

    • nilai_kunci : merupakan nilai yang dijadikan acuan untuk membaca tabel referensi. Nilai ini harus pada tabel yang akan diisi/diselesaikan maupun pada tabel referensi.
    • tabel_data : merupakan range dari tabel yang berisikan data referensi untuk membantu mengisikan hasil yang diharapkan.
    • nomor_baris : merupakan nomor urut data dalam tabel referensi yang akan dituliskan hasilnya. Dimulai dari baris paling atas pada tabel referensi tersebut dengan nomor index 1 atau angka 1, dan seterusnya.
    • tipe_data : ada 2 Jenis Tipe data yang bisa anda digunakan, TRUE digunakan jika nilai datanya tidak pasti/berada pada range tertentu dan tipe data FALSE untuk nilai data yang sudah pasti.

 

 

 

 

 

 

 

 

CARA MEMBUAT TABEL

 

  1. KlikInsert
  2. Klik icon Table

 

Cara mengatur lebar kolom :

  1. Blok dulu kolom yang mau dirubah. Cara bloknya dengan mengarahkan kursor di atas kolom hingga muncul tanda panah hitam kecil, lalu klik hingga tampak biru bagian dalam kolomnya
  2. selanjutnya klik “Table Tools” lalu pilih menu “Layout” (dan berikutnya tinggal isi angka pada “Height” untuk tinggi barisnya dan “Width” untuk lebar kolomnya. (Ingat! Menu ini baru akan muncul kalau kamu blok tabelnya atau menempatkan kursornya dalam tabel. Letaknya di paling kanan dari deretan menu Home)

CARA MENGETIK 10 JARI

CARA MENGETIK 10 JARI

  1. Bagian Tangan Kiri

— Jari Kelingking menekan huruf A, Q, Z, Angka 1 dan tombol Shift, Tab, CapsLock
— Jari Manis menekan huruf W, S, X dan Angka 2
— Jari Tengah menekan huruf Huruf E, D, C dan Angka 3
— Jari Telunjuk menekan huruf R, F, T, V, G, B, Y dan Angka 4, 5, 6
— Ibu jari atau Jempol untuk menekan tombol Space dan Alt

  1. Bagian Tangan Kanan

— Jari Telunjuk menekan huruf Y, U, H, J, B, N, M dan Angka 6, 7
— Jari Tengah menekan huruf I, K,tanda koma dan Angka 8
— Jari Manis menekan huruf L, O tanda titik dan angka 9
— Jari Kelingking menekan huruf P, tanda titik koma dan tanda slash
— Ibu jari atau Jempol untuk menekan tombol Space dan Alt